Hari
itu adalah hari pertama aku tahu siapa dia. Dia adalah kakak kelasku, yang
sudah beberapa hari ini memperhatikanku dan member senyumnya untukku. Hari itu
adalah hari dimana seluruh siswa SMP Harapan melaksanakan ujian semester 1
tahun itu. Ya, pas banget aku duduk satu meja bersama lelaki itu. Aku mencoba
melirik katu ujian di atas meja agar aku tahu siapa namanya. Aku tersenyum
melihatnya, ternyata sejak aku melirik kea rah kartu ujian itu dia sudah
memperhatikanku. Malu rasanya..
“Oo… ternyata nama dia
Andi. Andi Saputra, emb..lumayan juga sih orangnya.hehehe”. Kataku di dalam
hati.
Saat berlangsungnya
ujian itu Andi tidak mempunyai penghapus untuk menghapus jawaban yang salah di
lembar jawab miliknya.
“Eeh..”. Katanya
mencoba memanggil ku.
Tapi aku sengaja enggak
menggubris dia, karna aku pengen tahu dia memanggilku dengan namaku. Akhirnya
dia memanggil namaku dan menepuk lengan kiriku. Sepontan aku menoleh dan
menatap wajahnya.
“Pinjem penghapumu
ya?”. Katanya pelan.
“Oh iya silahkan”. Jawabku.
Bell berbunyi tanda
waktu mengerjakan soal selesai. Dan aku membereskan peralatanku.
“Kamu kelas 7 apa sih
Sar?”. Kata Andi kepadaku.
“Aku kelas 7C mas,
kamunya kelas berapa mas?”.
“Aku kelas 8C, Sari
kamu panggil aku Andi aja enggak usah pake mas, okey?!”
“Oh iya An…” Sambil
tersenyum.
“Sip. Aku kekanti dulu
ya Sar, mau bareng enggak?”. Ajaknya ramah.
“Kamu duluan aja”.
Kataku.
“Ok”.
Akhirnya dia keluar
kelas meninggalkanku, tak lama kemudian aku juga keluar dan di depan pintu
kelas itu sudah duduk Andi bersama teman-temannya.
Andi memanggilku dan
tersenyum.
“Sari”.
Aku hanya menatapnya
dan membalas senyumnya. Dan beberapa teman-temannya bersorak-sorak. Malu
rasanya karena aku masih anak kelas 7 SMP tahun ini. Aku berjalan menyusuri
setiap kelas untuk mencari teman dekatku, dia bernama Nina.
“Hey… Nina!” Seruku
memanggil Nina.
“Eh Sari, ada apa Sar?”
Kata Nina mencoba menanyakan kedatanganku.
“Sini-sini Nin, aku mau
cerita sama kamu.”
“Cerita apa Sar? Cerita
aja...”
“Hehehe... Begini Nin,
aku seneng banget deh Nin. Aku satu meja sama cowok itu.” Jelasku ke Nina.
“Oh ya…?! Siapa dia?”.
Tanya Nina serasa ingin tahu.
“Namanya Andi, dia anak
kelas 8C, dia baik, ramah lagi, senyumnya juga manis”. Kataku sambil senyum-senyum
membayangkan Andi.
“Ya ampun… aku jadi
ikut penasaran sama orang itu deh Sar!”.
“Ya udah Nin kita
sambung nanti lagi ya udah bel masuk tuh”.
Aku dan Nina masuk
kelas masing-masing. Sepulang skolah aku keluar kelas bareng sama Andi. Kita
ngobrol-ngobrol sedikit dan di tengah obrolan itu Andi menanyakan nomer hpku.
“Sar boleh enggak aku
minta nomer hp kamu?”. Tanya Andi.
“Emb… untuk apa?”. Tanyaku sedikit malu-malu.
“Ya untuk SMS-an biar
lebih deket aja. Boleh ya?!”. Pintanya.
“Iya”. Sambil mengambil
selembar kertas dari dalam tasku dan mencatat nomer hpku.
“Ini nomer hpku”.
Sambil memberikan selembar kertas itu ke Andi.
“Terimakasih ya Sar,
nanti sepulang sekolah aku SMS kamu. Aku pulang dulu ya”.
“Iya sama-sama”.
Jawabku sambil tersenyum melihatnya.
Sejak
hari itu aku dan Andi jadi semakin dekat, sedekat sahabat. Dan tak ku sadari
ternyata Andi suka sama aku. Tapi kita tetap saling menghargai persahabatan
kita selama ini dan kita masih terlalu labill untuk pacaran. Dan memutuskan
untuk tetap menjaga persahabatan ini. Hingga saat ini aku duduk di bangku kelas
9 SMP dan Andi duduk di bangku kelas 10 SMK kita masih berhubungan baik seperti
dulu. Semoga pertemanan kita baik-baik saja sampai kita dewasa nanti. Amin.
oleh Restu Widiyanti 9C
Tidak ada komentar:
Posting Komentar